5 Jenis Bisnis Online yang Akan Booming di Tahun 2017

Kali ini saya akan berbagi lima bisnis online yang akan booming di tahun 2017

1 – Jualan Online di Marketplace

Jualan online di marketplace besar seperti Tokopedia dan Bukalapak sudah menunjukkan geliatnya dari tahun-tahun kemarin. Dan ditahun ini, potensinya semakin tak terbendung.

 

Dana milyaran rupiah dari investor yang dibelanjakan untuk promosi besar-besaran di media konvensional (televisi) dan internet (Google Adwords, Fb Ads, dll) sepertinya mempunyai andil besar bagi kesuksesan web-web marketplace ini menancapkan brand mereka di hati para online shopper.

Faktor trust (kepercayaan) juga menjadi salah satu keunggulan dibandingkan web toko online biasa yang dikelola perorangan. Banyak buyer online yang agak gaptek dan takut terjebak modus penipuan, lebih memilih membeli barang di marketplace yang sudah memiiki branding dibandingkan olshop biasa yang tidak pernah muncul di TV atau media-media yang lain.

Selain itu, kemudahan dalam memilih harga yang paling murah untuk suatu produk juga menjadi keunggulan lain dari web-web marketplace ini. Banyak juga yang memanfaatkan web marketplace untuk kulakan karena memang harga yang ditawarkan sangat kompetitif, mengingat banyak pedagang yang berjualan produk yang sama. Bahkan sering terjadi juga perang harga.

Dan terakhir, kemudahan dalam bertransaksi tidak dipungkiri menjadi faktor lain kesuksesan web marketplace. Support berbagai tipe pembayaran (mulai dari transfer bank, credit card hinggal paypal) serta fitur cek resi otomatis adalah beberapa keunggulan yang mereka tawarkan.

2 – Jualan Online via Media Sosial

Entah berapa kali saya mendengar cerita tentang kesuksesan seseorang dalam berjualan online hanya memanfaatkan media sosial sebagai media promosi. Mulai dari Facebook, Twitter dan yang paling gres, Instagram.

Berbagai studi dan data terbaru juga menunjukkan masifnya perkembangan media sosial ini dalam kehidupan masyarakat kita.

Jika Anda tidak percaya, coba perhatikan sekeliling Anda. Orang-orang disekitar Anda, mulai dari keluarga, sahabat, tetangga atau rekan kerja. Hampir disetiap waktu luang, yang mereka lakukan adalah mengambil smartphone dari saku hp, posisi badan agak menunduk, kemudian senyum-senyum sendiri sambil menatap layar kecil yang lebarnya tidak lebih dari buku saku pramuka.

Besar kemungkinan mereka sedang asyik melihat video-video lucu di newsfeed, foto-foto selfie mantan di Instagram, atau kicauan artis idola di Twitter. Beberapa orang menyebut generasi ini sebagai “generasi nunduk”. Bisa jadi Anda salah satunya 😀

Sekarang perhatikan 2 fakta terbaru berikut :

Pengguna Mobile lebih besar dari pengguna desktop
Pengunjung sosial media (untuk mencari hiburan) lebih besar dari pengunjung search engine (untuk mencari informasi)
Dari fakta diatas bisa ditarik 2 kata kunci untuk pemasaran online yang maksimal: smartphone dan media sosial.

Mengabaikan fakta ini sama juga Anda menutup mata terhadap perubahan perilaku pengguna internet dan menutup peluang memasarkan produk secara maksimal ke target pasar yang besar dan potensial.

Saya sendiri, yang selama ini selalu fokus di SEO untuk pemasaran produk olshop saya, terpaksa harus beradaptasi dengan perubahan ini agar bisnis saya bisa tetap berjalan.

3 – Google Adsense (Lokal)

Sumber income sejuta umat, Google Adsense, saya perkirakan akan booming lagi tahun ini khususnya untuk konten lokal. Gelagatnya sudah saya lihat dari berbagai iklan & konten viral yang berseliweran di fb (yang biasanya diarahkan ke blog adsense) dan banyaknya advertiser lokal yang menggunakan Adwords sebagai media promosi.

Beberapa alasan Google Adsense untuk konten lokal akan semakin ramai tahun ini :

Advertiser Adwords untuk konten lokal semakin banyak
Perang Harga Klik (CPC) advertiser besar (Lazada, Zalora, Tokopedia, MatahariMall, Traveloka, dll) membuat publisher makin dimanjakan
Ada opsi tambahan yang lebih mudah selain SEO untuk drive trafik, yakni dari sosmed (facebook page, viral konten, dll).
Sangat menghemat biaya dibanding adsense luar (English), karena bisa menulis konten sendiri
Web relatif lebih tahan deindex, dengan catatan web manual.
Persaingan keyword relatif lebih mudah
Kenapa hanya Google Adsense untuk konten lokal yang ramai ? Bagaimana dengan konten luar ?

Kabar terakhir dari dunia per-SEO-an, algoritma Panda sudah diintegrasikan dengan core algoritma Google. Itu artinya, algoritma Panda bisa sweeping setiap hari, bukan tiap beberapa bulan sekali seperti yang sebelum-sebelumnya.

Apakah website luar Anda deindex ? Apakah kontennya biasa-biasa saja (tidak mempunyai nilai tambah) atau lebih parah lagi, kontennya generate otomatis dari keyword ? Jika ya, tidak perlu bertanya-tanya kenapa web Anda deindex, jawabnya absolutely ada di low quality content. Masih belum percaya, silahkan tanyakan pada Panda yang bergoyang 😀

Saya tidak sedang mengejek karena saya sendiri juga menjadi korban algoritma Panda. Belasan web saya baik itu yang aged domain maupun new domain, yang beli maupun yang bikin sendiri ludes digilas makhluk menggemaskan ini.

Studi kasus tentang web image based yang rencananya akan saya share disinipun urung saya tulis karena pasukannya sudah pada keburu mati. Pasukan yang baru pun belum menunjukkan tajinya.

Jadi menurut saya, Google Adsense untuk konten luar tahun ini akan sedikit meredup, karena pemainnya banyak yang pulang kampung.

Masih butuh tambahan alasan lagi ?? Action sekarang teman sebelum peluang menguap..! 😀

4 – Youtube for Adsense

Masih seputar Adsense, tapi kali ini monetisasinya menggunakan media Youtube. Saya tidak terlalu pengalaman di bidang ini tapi dari yang saya lihat dilapangan, banyak teman-teman yang sudah menghasilkan ribuan dollar dari Adsense yang dipajang di video Youtube mereka.

Tahun 2016 ini, saya memprediksikan Adsense Youtube masih akan berkibar dengan berbagai alasan, diantaranya :

Proses registrasi masih sangat gampang dan hampir pasti selalu approve (tidak ada review kedua seperti Google Adsense)
Proses pembuatan konten juga relatif lebih mudah, bisa dilakukan sendiri alias gratis
Jika memerlukan link building, tidak se-ngoyo optimasi website biasa karena sudah otomatis menempel di web authority (Youtube).
Properti milik Google, relatif lebih mudah tampil di pencarian search engine Google daripada platform lain seperti DailyMotion, Vimeo, dsb.
Sebagai catatan, saya tidak merekomendasikan bisnis ini sebagai long-term business, karena meskipun menjanjikan earning yang menggiurkan, Youtube for Adsense tidak mempunyai pondasi yang kuat untuk digunakan sebagai penghasilan utama – dan dalam jangka panjang.

Alasannya, karena akun Adsense YouTube anda bisa di disable/banned sewaktu-waktu. Jika itu terjadi, hilanglah semua kerja keras Anda. Berbeda dengan Google Adsense, jika akun di disable/banned blog masih bisa di monetisasi menggunakan platform alternatif lain seperti Affiliate Amazon, Clickbank atau mungkin iklan mandiri (direct advertiser). Web mantan banned adsense pun jika trafiknya tinggi masih laku dijual.

5 – Kursus/Produk Berbayar (Membership Sites & Digital Products)

Kursus-kursus bisnis onlline dan produk-produk digital premium (kebanyakan dalam bentuk ebook) makin marak dari tahun-tahun sebelumnya, meskipun kadang diselingi pro kontra.

Penyebab utamanya biasanya karena kredibilitas sang creator yang kadang masih diragukan. Sampai-sampai ada istilah “Penghisap Darah Newbie”. Lumayan keren sebenarnya, tapi sayangnya dalam konotasi negatif.

Tidak bisa dipungkiri, mengikuti kursus online atau membeli produk digital seperti peribahasa membeli kucing dalam karung. Kita tidak tahu isinya sebelum membelinya. Jadi kredibilitas pembuat produk lah yang bisa dijadikan pegangan utama, selain tentunya testimoni dan referensi dari orang lain yang sudah membeli produk tersebut.

Dan menurut pengamatan saya, penyebab paling sering timbulnya pro kontra terhadap suatu kursus/produk digital berbayar adalah karena kebanyakan pembuatnya memutar-balikkan proses marketing. Mereka jualan dulu, baru melakukan branding. Bukan branding dulu sehingga membentuk kredibilitas dan trust dihati para calon customer, baru jualan.

Branding yang saya maksud disini tentunya bukan pencintraan dengan status-status wow di social media atau bagi-bagi screenshot earning. Tapi lebih kepada memberi value sebanyak-banyaknya kepada target market mereka, sehingga terbentuk win-win solution.

Value yang saya maksud bisa berupa tutorial-tutorial dan panduan gratis, theme-theme gratis, software-software gratis, dan sebagainya. Dan tentunya, apa yang Anda bagi tersebut memang benar-benar bermanfaat dan diperlukan calon target market Anda.

Jika Anda masih membaca sampai paragraf ini, bisa jadi Anda juga calon target market saya heheheh…

Apakah nanti saya bakal ikut-ikutan bikin kursus/produk digital berbayar ? Bisa jadi. Tentunya setelah saya yakin apa yang akan saya jual dan bagikan mempunyai nilai lebih besar dari apa yang akan pembeli bayarkan untuk produk saya.

Jika Anda berminat serius dibidang ini, saya sarankan jangan buru-buru. Kelihatannya memang menggiurkan, cukup perlu bikin 1 produk (bahkan bisa copas sana sini terus dirangkai jadi satu), kemudian bisa dijual secara berulang-ulang.

Disini, nama Anda yang dipertaruhkan. Sekali Anda mengeluarkan low quality product (apalagi dengan harga selangit) siap-siap deh dibully seantero nusantara 😀

Sharing – Branding – Selling – Win-win Solution

Menurut saya, 4 poin diatas adalah kuncinya.

Itulah 5 jenis bisnis online yang menurut saya akan booming dan meledak ditahun 2017 ini.

Bagaimana menurut Anda ? Agree ? Disagree ? Atau Anda punya pandangan lain ?

Silahkan kirimkan pendapat Anda dikolom komentar.

No Responses

Write a response